Marhaban Yaa Ramadhan .... !!!

"Telah Datang bulan Ramadhan mengunjungi kamu, bulan yang amat utama, sambut dan elu-elukanlah kedatangannya itu . Dia datang membawa bermacam-macam barokah. Muliakanlah ia laksana menghormati tamu. Seandainya umatku mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Ramadhan itu , pastilam mereka menginginkan supaya seluruh bulan dalam setahun terdiri dari bulan Ramadhan. Dalam bulan Ramadhan itu berkumpul bermacam-macam hasanah (kebaikan-kebaikan yang diberi pahala), (taat) diterima, doa diperkenankan, dosa diampuni, timbul kerinduan terhadap sorga" (HR. Ibnu Abbas)

Tanpa terasa bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT telah tiba. Dengan datangnya bulan suci Ramadhan, maka berarti tibalah waktu bagi kaum muslimin dan muslimat untuk menjalankan salah satu kewajiban yang disyari’atkan oleh Allah yaitu Puasa Ramadhan.

"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sbelum kamu agar kamu bertaqwa" (QS. Al Baqarah(2) : 183)

Bulan Ramadhan ini merupakan masa ujian sekaligus latihan bagi seorang muslim untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Puasa Ramadhan yang diwajibkan di bulan ini disam ping sebagai latihan untuk menguji kataqwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT ternyata juga mengandung banyak sekali hikmah baik yang bersifat lahir (fisik) maupun bathin yang sangat bermanfaat baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umat (masyarakat) pada umumnya.

A. Hikmah puasa secara batiniyah

Dengan berpuasa maka seorang muslim dilatih untuk meninggalkan sifat-sifat hewani seperti makan, minum (di siang hari). Mampu menjaga panca indera dari perbuatan-perbuatan maksiat dan memusatkan pikiran dan perasaan semata-mata untuk berdzikir kepada Allah

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):"Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali ‘Imran (3) : 190-191)

Hal ini merupakan manifestasi (perwujudan) dari sifat-sifat malai-kat sebab malaikat merupakan makhluk yang paling dekat dengan Allah dan selalu berdzikir kepada Allah SWT, selalu bersih dan doanya selalu diterima. Maka dengan demikian wajarlah bagi orang yang berpuasa mendapatkan fasilitas dari Allah yaitu dipersamakan dengan malaikat. Hal ini diperkuat oleh sabda Rasulullah saw di dalam dua hadits berikut :

"Ada tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, kepala negara yang adil, dan orang yang teraniaya" (HR. Turmudzi)

"Sesungguhnya orang yang berpuasa diwaktu ia berbuka tersedia doa yang makbul" (HR. Ibnu Majah)

a. Puasa sumber kebaikan

Selain puasa di bulan Ramadhan mendatangkan pahala yang utama sebagai salah satu dari lima kewajiban pokok bagi seorang muslim (rukun Islam) juga merupakan lahan yang subur untuk mendatangkan hasil yang sebesar- besarnya. Pada malam hari di bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih, i’tikaf di masjid, tadarus, meningkatkan doa, memohon ampunan, bershodaqoh dan di dalam bulan Ramadhan ini pula kita diwajibkan untuk membayar zakat fitrah yang juga merupakan salah satu ibadah yang pokok di dalam Islam.

b. Doa dikabulkan dan dosa diampuni

Di dalam bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT, karena seperti tersebut dalam dua hadits (HR. Turmudzi dan HR. Ibnu Majah) diatas bahwa doa orang yang berpuasa Insya Allah akan dikabulkan oleh Allah SWT. Disamping itu dengan meningkatnya amalan-amalan yang kita lakukan I bulan Ramadhan ini maka dosa-dosa kitapun asalkan tidak termasuk dosa yang dikategorikan dengan syirik Insya Allah juga akan diampuni Allah SWT. Hal ini sesuai dengan salah satu firman Allah yaitu :

"....Sesungguhnya perbuatan-perbuat-an yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk (dosa)" (QS. Hud(11) : 114)

Di samping itu di dalam salah satu hadits Rasulullah juga bersabda :

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan perhitungannya (mengharapkan keridlaan Allah) maka diampunilah dosa-dosanya" (HR. Bukhari)

Juga di dalam hadits yang lain Nabi saw bersabda :

Dari Sahl r.a dari Nabi SAW beliau bersabda : "Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut Rayyan. Pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk surga dari pintu itu. Tak seorangpun masuk dari pintu itu selain mereka. (Mereka) dipanggil : Mana orang yang berpuasa ? Lalu mereka berdiri. Setelah mereka itu masuk, pintu segera ditutup, maka tak seorangpun lagi yang dapat masuk." (HR Bukhari)

Disamping hal-hal tersebut diatas, puasa Ramadhan bagi seorang muslim juga dapat membentuk ketahanan ruhaniyah, manumbuhkan kesabaran, dan juga melatih untuk berserah diri kepada Allah.

B. Hikmah Puasa secara Lahiriyah

Puasa memelihara kesehatan jasmani (Badaniyah)

Sudah menjadi kesepaka-tan para ahli medis, bahwa hampir semua penyakit bersumber pada makanan dan minuman yang mempengaruhi organ-organ pen-cernaan di dalam perut. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan berpuasa organ-organ pencernaan di dalam perut yang selama ini terus bekerja mengolah dan mencerna makanan untuk sementara diistirahatkan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan.

Dengan berpuasa ini maka ibarat mesin, organ-organ pencernaan itu diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita akan menjadi sehat baik secara jasmani maupn secara ruhani. Hal ini juga diriwayatkan dalam salah satu hadits :

"Berpuasalah maka kamu akan sehat" (HR. Ibnu Suny dan Abu Nu’aim)

Juga dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda "Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa" (HR. Ibnu Majah)

Dalam penelitian ilmiah, kebenaran ini terbukti antara lain :

1. Fasten Institute (Lembaga Puasa) di Jerman menggunakan puasa untuk mnyembuhkan penyakit yang sudah tidak dapat disembuhkan lagi dengan penemuan-penemuan ilmiah di bidang kedokteran. Metoda ini juga dikenal dengan istilah "diet" yang berarti menahan/berpantang untuk makanan-makanan tertentu.

2. Dr. Abdul Aziz Ismail dalam bukunya yang berjudul "Al Islam wat Tibul Hadits" menjelaskan bahwa puasa adalah obat dari bermacam-macam penyakit diantaranya kencing manis (diabetes), darah tinggi, ginjal, dsb.

3. Dr. Alexis Carel seorang dokter internasional dan pernah memperoleh penghargaan nobel dalam bidang kedokteran menegaskan bahwa dengan berpuasa dapat membersihkan pernafasan.

4. Mac Fadon seorang dokter bangsa Amerika sukses mengobati pasiennya dengan anjuran berpuasa setelah gagal menggunakan obat-bat ilmiah.

Dari uraian diatas, mengingat banyaknya keutamaan-keutamaan di dalam bulan Ramadhan ini maka sudah sepantasnyalah kalau kita memberikan tempat yang khusus bagi bulan suci Ramadhan di hati kita. Dan pantas pula sekiranya kita menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan ini dengan penuh kegembiraan dan suka cita tetapi masih tetap dalam kekhusu’an.

(Oleh : Fajar Adi Kusumo)